
Memakai lebih dari satu kalung, atau necklace, dalam waktu bersamaan atau yang sering disebut layering kalung sekarang cukup banyak dilakukan. Cara ini memang bisa membuat penampilan terlihat lebih menarik karena bagian leher tidak terlihat terlalu kosong. Tapi kalau salah memilih kombinasi, hasilnya justru bisa terlihat terlalu ramai. Apalagi kalau semua kalung yang dipakai memiliki ukuran besar atau model yang sama-sama mencolok.
Sebenarnya layering kalung tidak harus rumit. Kuncinya justru ada pada keseimbangan. Kalung yang dipakai bersama sebaiknya saling melengkapi, bukan malah berebut perhatian. Dengan beberapa trik sederhana, tampilan berlapis tetap bisa terlihat elegan dan cocok digunakan untuk berbagai kesempatan. Berikut adalah kiat-kiatnya.
1. Mulai dari Dua Kalung Terlebih Dahulu
Kalau baru mencoba layering, tidak perlu langsung menggunakan tiga atau empat kalung. Dua kalung sudah cukup untuk membuat tampilan terlihat berbeda. Misalnya satu kalung dengan rantai yang lebih pendek dan satu lagi dengan rantai sedikit lebih panjang.
Cara ini cukup aman karena jarak antara kedua kalung akan membuatnya terlihat lebih teratur. Selain itu, pemakai juga bisa melihat apakah kombinasi tersebut sudah sesuai dengan gaya pribadi atau belum.
Setelah terbiasa, barulah bisa mencoba tiga lapis kalung. Untuk penggunaan sehari-hari, tiga kalung biasanya sudah cukup. Lebih dari itu sebenarnya bisa saja, tetapi perlu lebih banyak perhatian pada bentuk, ukuran, panjang dan detail masing-masing kalung.
2. Bedakan Panjang Kalung
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi ketika melakukan layering adalah memilih kalung dengan panjang yang hampir sama. Akibatnya, rantai bisa saling bertumpuk dan liontin terlihat berada di tempat yang sama.
Supaya lebih rapi, pilih panjang yang memiliki jarak. Contohnya kalung pertama berada cukup dekat dengan leher, kemudian kalung kedua sedikit lebih panjang. Kalau menggunakan kalung ketiga, pilih ukuran yang lebih panjang lagi sehingga setiap lapisan punya ruang sendiri.
3. Jangan Semua Kalung Memiliki Liontin Besar
Layering akan lebih mudah terlihat elegan jika tidak semua kalung memiliki liontin yang besar. Kalau setiap kalung mempunyai liontin tebal dan mencolok, bagian leher bisa terlihat penuh.
Coba kombinasikan satu kalung dengan liontin sebagai pusat perhatian, lalu gunakan kalung lain yang lebih sederhana. Misalnya kalung pertama memiliki liontin berlian kecil, sedangkan kalung kedua hanya berupa rantai tipis.
4. Pilih Ketebalan Rantai yang Berbeda
Selain panjang, ketebalan rantai juga bisa digunakan untuk menciptakan layering yang lebih menarik. Rantai yang semuanya sama tebal terkadang membuat tampilan terasa monoton.
Sebaliknya, perpaduan rantai tipis dengan rantai yang sedikit lebih tebal bisa memberikan dimensi. Namun tetap perlu diperhatikan ukurannya. Jika semua rantai terlalu tebal, hasil akhirnya bisa terlihat berat.
Untuk gaya yang lebih feminin dan sederhana, rantai tipis biasanya menjadi pilihan yang aman. Sementara rantai yang sedikit lebih tebal bisa digunakan sebagai lapisan kedua atau ketiga.
5. Perhatikan Warna Emas
Layering tidak selalu harus menggunakan warna emas yang sama. Emas kuning, emas putih dan rose gold sebenarnya bisa dipadukan. Tetapi untuk mendapatkan tampilan yang elegan, perpaduannya perlu dibuat dengan cukup hati-hati.
Jika ingin tampilan yang aman, menggunakan warna emas yang sama adalah pilihan paling mudah. Misalnya semua kalung menggunakan emas kuning. Hasilnya akan terlihat lebih menyatu.
Kalau ingin sedikit berbeda, bisa mencoba perpaduan dua warna emas. Contohnya emas kuning dengan emas putih. Kuncinya jangan terlalu banyak warna dalam satu tampilan karena justru bisa membuat layering kehilangan kesan sederhana.
Demikian informasi seputar tips necklace layering yang baik dan benar agar penampilan Anda menjadi lebih optimal. Bagaimana, tertarik mengenakannya? Kini Anda bisa mendapatkannya di butik perhiasan THE PALACE!